Dua Alam Kesatuan…
Satu… alam dimana ku berada, ku berpikir, dan ku merencanakan segala hal yang takkan pernah mati walaupun aku bergegas menemukan apa yang banyak dikatakan orang sebagai ajal…
Dua… alam dimana ku melihat, ku mendengar, dan ku merasakan apa yang dilakukan orang di luar jiwaku dan menjadikannya berbagai hal yang potensial dan krusial untuk ku mengetahuinya…
Mati… memang tak pernah terjadi dalam perjalananku mengarungi pernak-pernik perhelaan nafasku…
Mati… memang tak pernah memberiku kesempatan untukku bisa mengaplikasikan pikiranku yang tak terukur batas imaji…
Tapi mati… telah berhasil memberikanku tujuan yang sebenarnya sudah harus aku cita-citakan dari semenjak aku dapat berpikir apa arti dari sebuah kehidupan…
Semua nyata tapi terasa semu… Semua ada tapi tak berdaya… Dan ketika aku merasakannya, dua alam telah menjadi satu…